Serangan Virus Korona Bikin Warga Wuhan Cina Ketakutan

23

SEKOJA.CO.ID, Wuhan – Seorang warga mengungkapkan situasi di Kota Wuhan, China yang menjadi sumber virus korona yang telah menyebabkan 25 orang meninggal dunia dan membuat infeksi sekira 800 orang, termasuk di Singapura, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Makau, Thailand.

Pemerintah China juga telah mengisolasi Kota Wuhan demi mencegah penyebaran virus korona jenis baru tersebut.

Warga Wuhan sendiri tidak berdaya menghadapi karantina. Sejumlah penduduk mengaku “hampir menangis” ketika mendengar kabar tersebut.

“Kami tidak lagi ke luar rumah,” ujar seorang pengguna asal Wuhan di media sosial Weibo manyitir DW, Jumat (24/1/2020). “Kami membutuhkan makanan dan disinfektan.”

“Kami harap semua orang bisa mengerti bahwa kami merasa ini sudah seperti kiamat,” lanjut dia.

Foto/Reuters

Semua layanan transportasi di Wuhan, kota berpenduduk 11 juta, itu telah dihentikan. Pemerintah setempat juga tidak memperbolehkan warga keluar dari Wuhan.

Hal itu menimbulkan bingung Bruce Lu, yang bekerja di Beijing, tapi sekarang berada di Wuhan untuk merayakan Imlek.

Bruce sedang berada di kawasan Yichang untuk mengunjungi kakeknya dan ia tidak dapat pulang ke Beijing karena tak ada transportasi.

Situasi sama juga dirasakan Emoriz Cong yang datang ke kota Wuhan untuk merayakan Imlek bersama keluarganya.

“Saya sedang di kereta dalam perjalanan ke Wuhan ketika ada [berita] live di TV. Sebelum mendengar berita itu, kami tahu virus ini berbahaya, tapi [kami kira] tidak sebahaya itu,” katanya mengutip ABC Australia, Jumat (24/1/2020).

Ia tidak melihat banyak orang menggenakan masker saat berada di kereta, beruntung temannya memberi tahu jika masker sudah habis di toko-toko Wuhan, sehingga ia membeli beberapa kotak dari Beijing.

Orang tuanya juga sudah siap siaga dengan menyimpan persediaan makanan sebelum Imlek, karena sekarang toko-toko sudah banyak yang “tutup untuk alasan steril”.

“Saya dan orangtua belum keluar rumah selama tiga hari. [Kami] keluar hanya kalau mau membuang sampah,” katanya.(ade/okezone.com)