Kepala Donald Trump Dihargai USD 80 Juta?

27
Presiden AS Donald Trump.(ist)
Presiden AS Donald Trump.(ist)
SEKOJA.CO.ID – Pembunuhan Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Sulaimani pada Jumat (3/1) pagi membuat hubungan Iran-Amerika Serikat (AS) memanas. Sulaimani tewas dalam serangan drone AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Pembunuhan itu atas perintah Presiden AS, Donald Trump.
Seperti dilansir dari Merdeka.com, Ribuan orang berkumpul di kota Mashhad, Iran, menyambut jenazah Sulaimani. Dalam prosesi pemakaman yang disiarkan televisi pemerintah, pidato pujian (eulogi) yang disampaikan seorang tokoh menyatakan kepala Donald Trump dihargai USD 80 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.
“Kita adalah 80 juta rakyat Iran, jika setiap orang dari kita mengeluarkan USD 1, kita akan punya USD 80 juta, dan kita akan menghadiahi siapapun yang membawakan kita kepala (Trump) dengan uang tersebut,” kata tokoh tersebut, berpidato di hadapan ribuan orang, seperti dikutip dari Alarabiya, Senin (6/1).
Namun tak disebutkan siapa yang menyampaikan pidato tersebut.
Prosesi pemakaman disiarkan langsung oleh Channel One saat pidato eulogi disampaikan.
Pejabat Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani, dan juga para komandan pasukan Garda Revolusi, bersumpah akan membalas kematian Qassim Sulaimani.
Siap Hadapi Serangan Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington telah siap sedia dengan apapun balasan Iran atas kematian Panglima Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Sulaimani. Sulaimani dibunuh atas perintah Trump dengan serangan pesawat tanpa awak di Bandara Internasional Baghdad, Irak pada Jumat (3/1) pagi.
Trump juga mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan apapun yang diperlukan untuk melindungi warga AS setelah serangan tersebut. Menurutnya serangan terbaru yang menargetkan warga Amerika di Irak dan Kedubes AS di Baghdad baru-baru ini atas perintah Sulaimani. Demikian dilansir dari Alarabiya, Minggu (5/1).
Dia menambahkan, dirinya sangat menghormati warga Iran dan AS tidak bertujuan untuk mengganti rezim di negara tersebut.
Pada Jumat, Pentagon mengatakan Donald Trump memerintahkan pembunuhan Qassim Sulaimani dalam sebuah serangan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Baghdad.
Sulaimani, panglima Garda Revolusi Iran (IRGC) dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil panglima Hashd al-Mashabi (PMF), pasukan milisi Irak dukungan Iran, termasuk korban tewas dalam serangan udara AS ini.
Militer Irak mengatakan tiga roket ditembakkan ke bandara dan total korban tewas masih belum diketahui.
“Jenderal Sulaimani sedang merencanakan serangan terhadap diplomat dan tentara Amerika di Irak dan seluruh kawasan Timur tengah,” kata pernyataan Pentagon dalam pernyataan. (ade)