Limbah Produksi Kelapa Sawit Disulap Jadi Bahan Pengganti Serat Sintetis

110

SEKOJA.CO.ID- Indonesia menjadi salah satu negara produsen dan ekportir minyak sawit terbesar di dunia. Pada 2018, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 47 juta ton.

Seperti dilansir dari Okezone.com, tinggi produksi ini juga dibarengi dengan meningkatnya limbah pabrik kelapa sawit. Salah satunya tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Limbah TKKS merupakan salah satu limbah padat hasil samping dari proses produksi minyak kelapa sawit. Selama ini, limbah TKKS dikumpulkan di area sekitar pabrik, dibakar atau ditebarkan ke area perkebunan sebagai pupuk.

Kelapa Sawit

Limbah TKKS yang dihasilkan akan terus bertambah dan menuntut perusahaan melakukan pengelolaan limbah karena tandan yang menumpuk memerlukan lahan yang cukup luas. Di samping itu, limbah TKKS ini berpotensi menimbulkan percikan api di musim kemarau karena adanya sisa kandungan minyak pada TKKS. Pada musim hujan, tumpukan tandan kosong akan menghasilkan cairan yang berbahaya bagi lingkungan.

Oleh sebab itu, DosenInstitut Pertanian Bogor (IPB-University) dari Departemen Fisika Siti Nikmatin dan Irmansyah memberikan solusi terkait dengan pengolahan limbah tandan kosong kelapa sawit. Hal ini dilakukan pada kunjungan IPB university ke pabrik minyak kelapa sawit PT Golden Oilindo Nusantara (GON) dan PT Sutopo Lestari Jaya (SLJ) Palembang.

Mengutip dari keterangan IPB, Minggu (12/1/2020), Siti menjelaskan tujuan kunjungan yaitu diseminasi hasil penelitian pengolahan limbah TKKS menjadi serat dengan variasi ukuran dan orientasi yang telah dilakukan oleh tim riset Departemen Fisika dan telah diimplementasikan di dunia industri. Secara rinci, dijelaskan tahapan-tahapan dalam mengolah TKKS menjadi serat panjang (long Fiber), serat pendek (short fiber), mikrofiber dan nanofiber dan juga pemanfaatan masing-masing menjadi produk industri.

Dalam kesempatan berikutnya Zainal Selamet mewakili PT MUB Jaya, perusahaan berbasis polimer seperti lemari, kursi, helm dan lain-lain menyampaikan tentang arah ke depan penggunaan komposit TKKS sebagai bahan baku utama produk ramah lingkungan.

IPB University juga berkomitmen untuk mendampingi pihak pabrik dalam mengubah limbah TKKS menjadi bahan baku industri menggantikan serat sintetis.(ade)