RI Banyak Difitnah Sedari Awal, Ini Kata Emon SPOK

72

SEKOJA.CO.ID, Bungo- Sejak menyatakan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bungo 2020 mendatang, Riduwan Ibrahim terus diterpa fitnah dan sejumlah isu miring. Mulai dari isu lari malam, tak dapat perahu, keluarga tuan takur, isu ras India dan berbagai lainnya.

Menanggapi hal ini, Abdurahman atau Emon Ketua Garda Solidaritas Peduli Orang Kecil (Spok) angkat bicara. Dia mengatakan, terlalu picik kalau masih ada pemain politik yang masih memainkan politik fitnah, karena secara jelas Riduwan Ibrahim beserta keluarga telah berbuat untuk masyarakat Bungo.

“Rasa cinta Riduwan Ibrahim beserta keluarga kepada Kabupaten Bungo ditutupi dengan fitnah. Orang akan melupakan apa yang telah mereka perbuat, padahal banyak yang sudah beliau dan keluarga lakukan untuk Kabupaten Bungo, baik sumbangsih berupa fikiran, tenaga dan harta,” ungkap Emon.

Emon menjelaskan, Riduwan Ibrahim dan keluarga membangun Bungo mulai dari tempat berdagang kios dan ruko yang di bawah harga pasar sewa, keluarga mereka juga mempertahankan tanah disaat penerbitan izin konsesi tanah secara besar-besaran oleh corporate seperti yang terjadi di Limbur sampai Batin 3 Ulu yang banyak di kuasai oleh perusahaan di bandingkan masyarakat.

“Coba bandingkan, upaya mereka sebagai putra daerah mempertahankan tanah untuk anak cucu yang akan datang merupakan kecintaanya terhadap masa depan Kabupaten Bungo, tapi hari ini konsesi ini banyak dimiliki perusahan, corporate, masa depan generasi kita hancur, kita kehabisan tanah untuk berusaha” ungkap Emon lagi.

Menurutnya, tim Riduwan Ibrahim kedepan akan terus berjuang merebut hati masyarakat dengan pendekatan cinta, kepedulian dan empati tanpa harus melakukan black campaign, politik fitnah atau membalas isu-isu tersebut.

“Kemanusian adalah hal yang utama, dalam kemanusiaan butuh cinta, di dalam cinta ada empati, kita tak akan balas fitnah, Kita akan balas kejahatan dengan kebaikan, dan kami akan terus melalukan pendekatan terhadap masyarakat dengan cinta, kepedulian dan empati,” tutup Emon.(frs)