Sering Cetak Gol, Lukaku Belum Lepas dari Kritik

14

SEKOJA.CO.ID, Milan- Bomber Inter Milan Romelu Lukaku tidak punya sentuhan lebih ketika menghadapi tim-tim terbaik, demikian ujar Paolo Di Canio.

Setelah gagal memenuhi ekspektasi selangit di Old Trafford, Lukaku merampungkan transfer senilai £74 juta ke Giuseppe Meazza dari Manchester United pada Agustus tahun lalu.

Adaptasi sepertinya bukan masalah bagi striker timnas Belgia tersebut yang sudah mengemas 14 gol dari 19 penampilan Serie A Italia untuk Nerazzurri.

Lukaku gagal menjebol gawang di laga terakhir La Beneamata namun dia menyumbang assist terhdap gol Lautaro Martinez seiring hasil imbang 1-1 lawan Atalanta di kandang sendiri.

Salah satu kritik yang menerpa Lukaku saat masih berkostum si Setan Merah adalah kemampuannya mencetak gol lawan tim-tim elit, dan tren ini dinilai berlanjut di Italia.

Di Canio yang pernah berpetualang bersama Lazio, Juventus, AC Milan dan Napoli mengaku mencermati aksi Lukaku sejak bersama Chelsea hingga sekarang dan menilai sang penyerang belum mampu memperbaiki kekurangannya itu.

“Setelah delapan tahun mengamati, saya selalu mengatakan, Lukaku akan mencetak gonyak gol dan akan semakin penting untuk Inter,” buka Di Canio di program Sky Sport Italia, Sky Calcio Club.

“Saya menginginkannya lebih dulu ketimbang Antonio Conte. Saya mengikutinya sejak berada di Chelsea dan West Bromwich Albion. Tetapi menurut saya, dia mampu mencetak gol indah ke [tim seperti] Genoa, tetapi dia tidak berbuat banyak lawan tim-tim terbaik.”

Lukaku berhasil mengemas brace saat Inter menang 3-1 atas Napoli di San Paolo namun Di Canio cepat berkilah Partenopei tak lagi punya unit pertahanan yang baik.

“Bagi saya bukanlah hal mengejutkan ketika Lukaku mencetak empat brace, tetapi lawan tim-tim peringkat sepuluh ke bawah,” tambahnya. “Jadi bagaimana saya menjelaskan dua gol ke gawang Napoli? Sekarang, apakah Anda masih menganggap Napoli tim hebat?”

“Mereka klub besar dengan stadion indah dan suporter hebat tetapi bagaimana performa Napoli sekarang?”

“Mungkin SPAL lebih baik terkait pertahanan, gol-gol itu adalah pemberian.” tandasnya. (ade/goal.com)