Tabrakan Adu Kambing, 2 Pelajar SMP dan 1 Pemuda Tewas Mengenaskan di Jalan Bangko-Kerinci

92
SEKOJA.CO.ID, Merangin– Dua orang pelajar SMP dan seorang pemuda meregang nyawa di Jalan Bangko-Kerinci. Usai kendaraan mereka bertabrakan ‘adu kambing’ di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Manau, dini hari atau sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu (5/1/2020).
Informasi yang didapat sekoja.co.id di lapangan, identitas dua pelajar SMP yang tewas tersebut bernama Ebib (14) warga Desa Benteng Kecamatan Sungai Manau, dan Ardi (15) warga Desa Durian Lecah, Kecamatan Sungai Manau.
Sedangkan identitas pemuda yang ikut tewas tersebut bernama Dedi Dores (34) warga Desa Sungai Nilau Kecamatan Sungai Manau.
Selain ketiga korban ini, ada satu korban lainnya yakni Sunil (14) warga Desa Benteng Kecamatan Sungai Manau, yang kini masih dalam perawatan intensif di RSUD Kol Abundjani Bangko.
Kejadian ini bermula ketika Ebib, Ardi dan Sunil berbonceng tiga mengendarai sepeda motor jenis Honda Scoopy melaju kencang dari arah Bangko menuju Kerinci. Sedangkan Dedi Dores mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter melaju dari arah berlawanan juga dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di lokasi kejadian kecelakaan, diduga sepeda motor Scoopy yang dikendarai Ardi bersama dua temannya tersebut mengambil jalur kanan jalan. Disaat itu melaju Dedi Dores dari arah berlawanan. Tabrakan tak terelakkan. Keempat korban seketika bergelimpangan di tengah jalan.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera menyelamatkan para korban. Namun tiga orang nyawanya tak berhasil diselamatkan. Ketiganya tewas ditempat. Sedangkan satu orang korban langsung dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
Kapolres Merangin, AKBP Mokhammad Lutfi, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan kalau pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Satu korban selamat belum bisa kami mintai keterangan, jadi kami masih mendalami kasus ini,” ungkap Kapolres.
Selain itu, Kapolres menyebutkan kejadian ini menjadi pelajaran bagi para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memiliki SIM untuk mengendarai sepeda motor ataupun kendaraan lainnya.
“Ini harus jadi pelajaran bersama, jangan sesekali membiarkan anak kita yang belum memiliki SIM untuk mengendarai kendaraan bermotor, karena bisa fatal akibatnya,” ujar Kapolres.(jef)