Tim SAR Belum Berani Masuk ke Alfamart Roboh di Slipi

56
ist
ist

SEKOJA.CO.ID – Direktur Operasional Basarnas Brigjen Budi Purnama mengatakan, hingga saat ini petugas belum berani memasuki bangunan ruko Alfamart di Slipi pasca runtuh pada pagi tadi. Alasannya, kontruksi bangunan Alfamart tersebut sudah rapuh.

“Ya enggak aman, tulang-tulang gedung enggak sambung satu sama lain ini. Ini juga sudah terlalu lama dan kelihatan beton sudah lapuk dan basah. Dari enginering kami Damkar dan Basarnas nilai enggak aman,” kata Budi di lokasi.

Untuk sementara, tim Basarnas dan Damkar terus memeriksa bangunan gedung dari luar untuk memastikan bahwa tidak ada lagi orang di dalam gedung.

“Kami akan laksanakan assessment dari luar. Hanya untuk meyakinkan saja kalau di dalam sudah betul-betul gak ada korban manusia,” katanya.

Budi juga memastikan, ketiga korban yang luka-luka akibat tertimpa runtuhan bangunan itu bukan pegawai Alfamart. Saat gedung tersebut runtuh, ketiga korban sedang berada di luar bangunan.

“Data korban sudah dapat dipastikan itu 3 orang dapat lakukan evakuasi mandiri yang jaga toko, yang 5 orang kami evakuasi sama-sama dari dalam gedung tadi di lantai 2,” kata Budi.

“Yang 3 lagi melintas ojol itu sudah kita evakuasi ke RS, dua lansia. Jadi clear. Mudah-mudahan semua yang ada di dalam gedung sudah dievakuasi semua ada 8 orang dilansir Suara.com, Senin (6/1/2020).”

Hingga kini, petugas masih menutup bangunan yamg setengah bagian sebelah kiri gedung hancur itu, beberapa barang jualan minimarket juga jatuh berantakan.

Di bawahnya, sekitar 7 sepeda motor juga rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Tim evakuasi dari Basarnas dan Damkar DKI Jakarta masih terus mencoba mengamakan gedung tersebut.

Petugas PLN juga langsung mematikan aliran listrik di bangunan tersebut.(com)