Warga Tuding Truk Sawit PT AIP Biang Kerok Jalan Rusak Berat

71

SEKOJA.CO.ID,Merangin – Tiga bulan terakhir, warga Desa Pulau Tebakar dan warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tabir Barat, mengeluh. Pasalnya, jalan utama di dua desa tersebut dalam kondisi rusak berat.

Dari penelusuran Sekoja.co.id, rusaknya akses jalan dengan panjang sekitar 15 Km tersebut diduga disebabkan oleh tingginya mobilitas mobil truk pengangkut sawit dari PT Agro Indah Persada (AIP). Terlihat, truk dengan tonase melebihi kapasitas kekuatan jalan terus melintas di atasnya tanpa henti.

“Tolonglah pak diperbaiki jalan Di UPT Pulau Tebakar, kecamatan Tabir Barat ini. , Karena sesuai dengan perjanjian dgn masyarakat, UPT Pl terbakar bahwa pihak PT Akan meperbaiki jalan yg dilalui mobil-mobil PT untuk mengangkut apapun kebutuhan PT.” sebut Aris Ekspend.

Aris menambahkan, jika setiap hari truk perusahan lalu lalang mengangkut buah sawit.

“Mobilnya melebihi muatan pada umumnya. Kalau aktivitas ini dibiarkan terus menerus dan tidak dihentikan, tentu akan sangat merugikan kami. Perusahan terus mendapatkan untung, sedangkan kami mendapatkan jatah jalan yang rusak,” kesalnya.

Masih dikatakan Aris, jika sebelumnya Pemerintah Kabupaten Merangin sudah membangun jalan tersebut demi perbaikan ekonomi warga.

“ Kalau saat ini, aktivitas warga benar benar terganggu akibat akses jalan yang rusak parah ini,” timpalnya.

Terpisah Kepala Desa Tanjung Beringin Akmaludin saat dibincangi, membenarkan rusak beratnya akses jalan penghubung antar dua desa, akibat dari aktivitas perusahaan.

“Sebenarnya dulu kita pernah membuat kesepakatan dengan pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak, dan tidak melakukan pengangkutan buah sawit, ketika musim penghujan.

“Tapi kesepakatan itu sepertinya tidak diindahkan perusahaan demi keutungan semata,” Tukas Akmaludin.

Selain itu lanjut Akmaludin, pihaknya juga sudah berupaya menyampaikan permasalahan ini ke pihak perusahaan.

“Akan tapi selalu mendapat jawaban  yang tidak jelas,” Singkatnya.

Sementara itu, Juana yang mengaku sebagai Kepala Perkebunan PT AIP saat coba dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui akan persoalan tersebut.

Bahkan Juana terkesan ingin mengelak dari berbagai pertanyaan akan rusaknya akses jalan yang dikeluhkan dua warga desa setempat.

“Maaf pak yang berkompeten menjawab masalah ini, adalah Manager Area yang berada di Padang. Kami disini, hanya menjalankan apa yang sudah di program kan oleh Manajer Area,” singkatnya.(kdr)